<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193</id><updated>2011-10-27T20:55:12.328-07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Artikel'/><category term='Resensi'/><category term='Biografi'/><category term='Cerpen'/><title type='text'>bahasa dan sastra</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-8572042580515076548</id><published>2011-10-27T07:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T20:52:14.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Artikel PERKEMBANGAN BATIK DI TULUNGAGUNG</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #9bc3d5; color: #4b5d67; font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AkP_0Se05OU/TqomzSEKz_I/AAAAAAAAAA0/9sjG0bzDho8/s1600/batik-solo-a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" ida="true" src="http://3.bp.blogspot.com/-AkP_0Se05OU/TqomzSEKz_I/AAAAAAAAAA0/9sjG0bzDho8/s200/batik-solo-a.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Batik adalah suatu kata yang kedengarannya sangat sederhana tetapi kalau kita hayati patut berbangga, karena Batik sudah menjadi kata baku Internasional yang merupakan pengakuan dunia pada hasil karya seni diatas merupakan karya ciptaan asli nenek moyang leluhur kita yang bernilai tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik merupakan seni dan keahlian yang turun temurun yang menjadikan salah satu sumber penghidupan yang memberikan lapangan kerja bagi warga masyarakat juga sebagai penyaluran kreasi yang mempunyai arti tersendiri dan kadang dihubungkan dengan tradisi, kepercayaan dan sumber kehidupan yang berkembang dalam masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik semula hanya diperuntukkan bagi Kerabat Keraton, namun sesuai perkembangan zaman akhirnya masyarakat luas bisa memakai dan membuat batik. Batik hanya bisa dipakai sebagai piranti pada segi Magis Religius yang sampai sekarang masih digunakan pada upacara seperti :&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;® Upacara Pinangan memakai batik motif PAMILUTO&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;® Upacara Pernikahan , sepasang pengantin memakai kain batik motif&amp;nbsp;SIDOMUKTI, sedang orang tua memakai batik motif TRUNTUM .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;® Upacara Boyongan, pemilik rumah yang akan menempati rumah baru biasanya&amp;nbsp;memakai batik motif TAMBAL .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perkembangan selanjutnya batik dapat menyesuaiakan diri dengan kenyataan-kenyataan yang tumbuh dimasyarakat. Batik yang semula hanya untuk dipakai dalam upacara Magis Religius ternyata sekarang Batik tidak hanya dipakai sebagai Nyamping dan Dodot oleh Kerabat Keraton. Dengan mengikuti aras zaman, Batik dapat dipakai oleh masyarakat umum sebagai kebutuhan sandang/busana maupun untuk keperluan rumah tangga dan lain sebagainya, misal untuk taplak meja, sprei, sarung-bantal kursi, korden dan bahkan sekarang sebagai tutup lemari es, galon Aqua dll .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik Tulungagung&lt;br /&gt;Pada saat ini di tulungagung ada 3 type menurut daerah pusat pembatikan, yaitu : Bangoan dan sekitarnya, Majan dan sekitarnya, Kalangbret dan sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Batik Bagoan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dibuat di daerah Bangoan dan sekitarnya . Batik Bangoan dibuat secara tulis kasar. Motif Batik Bangoan umumnya bermotif semen, sekar jagad, sidomukti, dan lereng. Warna Batik biru tua (wedelan) dan coklat tua ( soga ). Proses dikerjakan secara kerokan (susukan) .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Batik Majanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dibuat di daerah Majan dan sekitarnya. Batik Majanan dibuat secara tulis, sedang sampai halus. Motif batik Majan ini bermotif gringsing sebagai motif dasar dan bentuk buketan (bunga) ditengah-tengahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Warna batik Majanan ini berwarna coklat (soga) warna dasar pada gringsing. Sedang pada buketan berwarna biru muda, biru tua, kuning, dan kadang-kadang warna violet dan merah yang dikerjakan secara toletan. Sedang proses pengerjaannya secara lorodan (kebyok).&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3. Batik Kalangbret dan sekitaranya (Kambretan).&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dibuat di daerah Kalangbret dan sekitarnya secara tulis maupun cap-capan.Tipe batik Kambretan yaitu tulisnya dibuat secara sedang sampai halus dan pada buketannya tidak diberi warna warni hanya warna coklat (soga) dan warna biru tua ( wedelan). Sedangkan batik cap-capan di daerah ini sangat banyak motifnya. Motif-motif itu hasil penggabungan dari motif-motif dari daerah lain, misalnya : Solo, Yogyakarta, Banyumas dan lain-lainnya, yang akhirnya menjadi motif khas Tulungagung. Proses pengerjaan batik Kalangbret secara lorodan ( kebyok ) dan disamping itu khusus batik cap dapat dikerjakan secara pres.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sesuai dengan kemajuan jaman dan tekhnologi, dalam dunia batikpun mengalami hal yang serupa yaitu dibidang desain, bahan dasar, maupun prosesnya. Perkembangan tersebut sesuai dengan permintaan konsumen.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pada awalnya batik hanya dikerjakan secara tulis, selanjutan mengalami perkembangan yaitu secara cap-capan, kemudian secara printing (sablon). Kemungkinan dikemudian hari batikpun bisa mengalami kemajuan sesuai dengan perkembangan tekhnologi, mungkin juga bisa diproses secara foto copy .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;Tekhnik Membuat Batik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Yang dimaksud dengan teknik membuat batik adalah proses-proses pekerjaan dari permulaan yaitu dari mori batik sampai menjadi kain batik . Pekerjaan dari mori batik menjadi kain batik dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Persiapan .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Yaitu berbagai macam pekerjaan pada mori hingga menjadi kain yang siap untuk dibatik. Pekerjaan persiapan itu antara lain ;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1.1 memotong mori sesuai ukuran yang diinginkan&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1.2 mencuci ( dikanji jika perlu )&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1.3 mengeringkan&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Membuat Batik .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Yaitu berbagai macam pekerjaan dalam membuat batik yang sebenarnya, dan pekerjaan itu meliputi 3 macam pekerjaan utama , diantaranya&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2.1 pelekatan lilin batik pada kain untuk membuat motif batik yang dikehendaki&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2.2 pewarnaan batik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2.3 menghilangkan lilin yang telah melekat pad permukaan kain yang disebut nglorod/ngebyak/mbabar.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Macam-macam Tekhnik Pembuatan Batik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ada 3 macam tekhnik dalam pembuatan Batik yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Batik Kerokan, urutan kerjanya :&lt;br /&gt;mori dipotong&lt;br /&gt;dibatik klowong&lt;br /&gt;di batiktembokan&lt;br /&gt;diwedel (warna biru dongker )&lt;br /&gt;dikerok ( menghilangkan sebagian tertentu lilin )&lt;br /&gt;dibironi ( ditutup lilin bagian biru dan putih )&lt;br /&gt;disoga ( diwarna coklat )&lt;br /&gt;dilorod ( menghilangkan lilin )&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Batik Lorotan, urutan kerjanya :&lt;br /&gt;mori dipotong&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;b. dibatik klowong dan tembokan&lt;br /&gt;diwedel ( warna biru dongker )&lt;br /&gt;dilorod / dikebyok&lt;br /&gt;dibironi ( ditutup lilin bagian biru danputih )&lt;br /&gt;disoga ( diwarna coklat )&lt;br /&gt;dilorod ( menghilangkan lilin )&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3. Batik Bedesan, urutan kerjaannya :&lt;br /&gt;mori dipotong&lt;br /&gt;dibatik tembokan&lt;br /&gt;disoga&lt;br /&gt;dibatik klowong&lt;br /&gt;diwedel&lt;br /&gt;dilorod.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bahan – bahan Batik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ada beberapa bahan yang dibutuhkan dalam memproses batik, diantaranya Mori/kain batik, lilin batik, zat warna batik, dan obat-obat pembantu .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Mori adalah kain yang terbuat dari katun. Ada bebarapa jenis kain mori yaitu :&lt;br /&gt;Mori Primissima, yaitu jenis kain mori yang paling halus&lt;br /&gt;Mori Prima, yaitu mori halus&lt;br /&gt;Mori Biru, yaitu mori sedang&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Lilin Batik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lilin batik adalah bahan yang dipakai untuk menutup permukaan kain menurut motif yang dikehendaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lilin batik terdiri dari campuran beberapa bahan pokok lilin yaitu gondorukem,damar, parafin, gajoh, lilin tawon/lilin lanceng.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3. Zat warna, terdiri dari:&lt;br /&gt;Napthol&lt;br /&gt;Indigosol&lt;br /&gt;Remasol&lt;br /&gt;Indantren&lt;br /&gt;Rapid&lt;br /&gt;4. Obat peramu&lt;br /&gt;Soda kustik&lt;br /&gt;Soda abu&lt;br /&gt;HCL&lt;br /&gt;Water glass&lt;br /&gt;Jenis – jenis Batik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Baatik Tulis&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik yang prosesnya ditulis dengan canting&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Batik Cap&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik yang prosesnya dicap memakai cap yang terbuat dari tembaga dengan motif tertentu&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3. Batik Lukis&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik yang prosesnya dilukis dengan kwas maupun canting yang biasanya sebagai kuasan dinding&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;4. Batik Printing&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik yang prosesnya disablon dengan scren motif batik tertentu&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik Gajah Mada Khas Tulungagung&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Batik Gajah Mada khas Tulungagung merupakan aset daerah yang tidak boleh kita acuhkan begitu saja. Sebab timbulnya sebutan suatu produk tertentu yang dimiliki oleh suatu daerah tidaklah secepat yang kita bayangkan, melainkan melalui proses yang panjang .Baik itu dilihat dari latar belakang sejarahnya , pasang surutnya pasar, sampai pada persaingan perdagangan batik itu sendiri .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jika mencoba melihat dari sejarah nama “ Gajah Mada “ itu sendiri, ada beberapa pendapat yang menerangkan arti nama tersebut .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Dalam perjalanannya, Patih Gajah Mada dalam menyatukan wilayah nusantara, pernah singgah di Tulungagung kala itu, memberikan kisah-kisahnya pada pembesar katumenggungan pada dan dituangkan pada aneka warna dalam batik.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Gajah Mada dalam menyatukan aneka daerah di nusantara, disinonimkan pula dalam aneka corak /gambar dalam batik. Beberapa gambar seperti ikan, ayam, aneka buah-buahan, tanaman dll, disatukan dalam satu karya batik&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3. Banyak masyarakat disekitar daerah Kalangbret, mendengarkan cerita-cerita dari leluhurnya, bahwa pada saat Nyi Roro Kembang Sore masih hidup&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;hampir setiap malam hari biasanya di Gunung Bolorejo terdengar suara semruitnya canting batik milik Nyi Roro Kembang Sore ditiup,walau dalam radius 2 kilometer lebih suara itu bisa didengar. Dijelaskan bahwa Nyi Roro Kembang Sore sedang membatik, dan batiknya adalah batik Gajah Mada.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;4. Ada juga beberapa pendapat yang mengatakan bahwa pengambilan nama Gajah Mada pada Batik khas Tulungagung diambil oleh karena keheroikan atau popularitas nama Gajah Mada yang ngentren pada waktu itu sebagai nama yang mengakar di hati masyarakat Tulungagung. Jadi pengambilan nama itu semata-mata hanya untuk menandai pasaran Batik Tulungagung yang pada waktu itu amat laku .Dan seterusnya pemakaian nama itu bertahan hingga sekarang .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Demikian sekilas tentang apa itu batik dan sekilas sejarah tentang nama Batik Gajah Mada itu sendiri . .&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.4em; margin-bottom: 18px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tulungagung, Desember 2003&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-8572042580515076548?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/8572042580515076548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/artikel-perkembangan-batik-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/8572042580515076548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/8572042580515076548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/artikel-perkembangan-batik-di.html' title='Artikel PERKEMBANGAN BATIK DI TULUNGAGUNG'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-AkP_0Se05OU/TqomzSEKz_I/AAAAAAAAAA0/9sjG0bzDho8/s72-c/batik-solo-a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-5800419841849924093</id><published>2011-10-27T07:13:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T19:11:07.806-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Resensi novel 'Laskar Pelangi'</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://purplepearl.files.wordpress.com/2011/01/laskar-pelangi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://purplepearl.files.wordpress.com/2011/01/laskar-pelangi.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah kisah heroik kenangan 11 anak Belitong yang tergabung dalam ”Laskar Pelangi”: Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang penutur cerita – Ikal. Andrea Hirata, yang tak lain adalah Ikal, dengan cerdas mengajak pembaca mengikuti tamasya nostalgia masa kanak-kanak di pedalaman Belitong yang berada dalam kehidupan kontras: kaya dengan tambang timah, tapi rakyatnya tetap miskin dalam kesehariannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah cerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah, yang harus mereka dapat dengan terengah-engah. Sebagian besar orang tua mereka lebih suka melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua di ladang, atau bekerja menjadi buruh kasar di PN Timah, daripada sekolah yang tak jelas masa depannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Derita sekolah itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah di kampung miskin itu terancam tutup kalau murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang. kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan suar pendidikan yang hampir redup digilas ekonomi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesebalas anak itu memiliki keunikan masing-masing. Diantara 11 anak Laskar Pelangi itu, Lintang dan Mahar adalah 2 diantara yang paling menonjol. Lintang jenius dalam bidang eksakta, Mahar ahli di bidang seni budaya. Mereka seolah mewakili otak kanan dan otak kiri manusia. Lintang memiliki semangat juang yang tiada tara dalam belajar. Dia rela menempuh perjalanan dengan kereta angin sejauh 80 km pergi pulang demi dapat memuaskan dahaga ilmu pegetahuan. Saking semangatnya hingga akan tercium karet terbakar dari sepatunya yang aus digerus pedal sepeda. Jika ada aral melintang di jalan dan terlambat sampai sekolah, tiada masalah baginya, asal dapat menyanyikan lagu ”Padamu Negeri” pada akhir jam pelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel Laskar Pelangi penuh dengan taburan wawasan yang luas bak samudra dari penulisnya yang paham betul tentang ilmu eksakta, seni budaya, dan humaniora. Kita akan dibuat tersenyum geli dari humor kecil yang dilontarkannya, terharu dan bahkan menangis ketika membaca kisah heroik kesebelas anak Laskar Pelangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Filicium adalah pohon yang menjadi saksi seluruh drama kehidupan Laskar Pelangi. Pohon itu menaungi sekolah mereka yang hampir roboh. Pohon itu menjadi markas setiap pertemuan mereka: membicarakan soal-soal di sekolah, merancang karya untuk festival 17 Agustus, atau tempat Lintang memberi kuliah tentang ilmu fisika. Pohon itu pulalah yang menjadi saksi kerinduan Ikal pada gadis manis keturunan cina, anak pemillik toko Sinar Harapan yang memiliki jari lentik dan kuku cantik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk hari esok. Tapi siapa yang sanggup melawan sang nasib? Dua belas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh diluar dugaan. Sang nasib sungguh menjadi sebuah misteri yang maha gelap. Anak-anak Laskar Pelangi itu boleh punya cita-cita setinggi langit, tapi nasib jualah yang menentukan episode kehidupan mereka selanjutnya. Sang nasib bisa jadi adalah ketiadaan kepedulian pemerintah akan bibit-bibit unggul mutiara anak bangsa yang harus terhempas oleh himpitan ekonomi. Mereka adalah anak-anak harapan bangsa yang terpaksa harus tunduk oleh gilasan nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lintang, sang jenius itu misalnya kini harus terpuruk jadi sopir tronton karena harus menjadi tulang punggung keluarga, menjadi pengganti ayahnya. Tapi Lintang punya jawaban, ” jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan….” Bagi Ikal, kata-kata itu semakin menghancurkan hatinya, ia marah, kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Ia mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekuatan novel ini terletak pada sentilan humaniora tentang pentingnya pendidikan sekolah dan sekaligus kuatnya moral agama. Novel ini wajib baca bagi generasi muda yang terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan tak lagi kenal jerih payah untuk menggapai masa depan. Novel ini juga wajib baca bagi para pendidik, bagi pemerintah yang selalu alpa pada pentingnya pendidikan. Buah dari kealpaan itu diantaranya adalah, kini kita menjadi bangsa yang sering menjadi bahan olok-olok oleh bangsa lain, karena kita rajin mencetak manusia yang tak punya kualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelemahan novel ini, menurut saya, hanya terletak pada cara mengakhiri cerita. Semestinya, novel ini sudah ditutup pada bab 33: Anarkonisme, yang menceritakan kejatuhan Babel (Bangka Belitung) yang dulu bergelimbang Timah. Bab 34: Gotik, menurut saya menjadi ekor cerita yang membingungkan. Karena penutur ”Aku” secara tiba-tiba menjadi orang lain, dan bukan lagi Ikal. Bab 34 ini menjadi sebuah kemubaziran. Sama persis seperti seorang pelukis yang seharusnya berhenti menguaskan catnya pada bidang lukis yang sudah sempurna, tapi kemudian menjadi berantakan karena sebuah goresan yang tidak perlu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-5800419841849924093?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/5800419841849924093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/resensi-novel-laskar-pelang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/5800419841849924093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/5800419841849924093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/resensi-novel-laskar-pelang.html' title='Resensi novel &apos;Laskar Pelangi&apos;'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-2111789897117744799</id><published>2011-10-27T07:09:00.001-07:00</published><updated>2011-10-27T07:52:46.950-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Resensi novel "Cinta terlarang"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.angelzon.com/images/buku_baru/novel/cinta-terlarang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="160" src="http://www.angelzon.com/images/buku_baru/novel/cinta-terlarang.jpg" style="height: 240px; margin-top: 0pt; width: 300px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sinopsis :&lt;br /&gt;Buku Terbaik Publisher Weekly 2007&lt;br /&gt;Pemenang Rauxa Award 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elio,  seorang remaja pria Italia, merasa kalut dan kebingungan ketika merasa  dirinya jatuh cinta setengah mati kepada tamu lelaki dari Amerika yang  menginap di rumahnya selama musim panas. Tidak yakin terhadap  keinginannya sendiri, ia berusaha keras mengingkari perasaan tertariknya  yang tak wajar itu. Walaupun suka menyendiri dan lebih pandai bergaul  dengan buku ketimbang dengan manusia, secara fisik ia sangat menarik dan  banyak perempuan mengejarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, Elio tidak  bertepuk sebelah tangan. Oliver ternyata membalas perasaannya. Di akhir  musim panas itu, mereka pergi ke Roma sebelum Oliver pulang ke  negaranya. Di kota itu, mereka menemukan kehangatan dan kebersamaan  total yang jarang dimiliki pasangan lain, tanpa menyadari itulah  terakhir kalinya mereka bisa berdua. Oliver kemudian pulang ke Amerika  dan menikah dengan seorang wanita. Merasa dikhianati, Elio yang patah  hati menolak bertemu dengan kekasihnya. Namun, seumur hidup ia tak mampu  melepaskan diri dari bayangan Oliver. Ia menunggu bertahun-tahun untuk  memastikan bahwa perasaan mereka bukan sekadar cinta semusim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel  ini mengisahkan liku-liku cinta terlarang dengan segala dilema dan  tarik ulurnya. Hubungan Elio dan Oliver juga diwarnai hubungan bercabang  mereka dengan sejumlah perempuan. Novel ini bukan hanya enak dibaca,  tapi juga menghibur dan sekaligus membuka wawasan kita tentang makna  cinta dan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi Buku&lt;br /&gt;Penerbit : Serambi&lt;br /&gt;Pengarang : Andre Aciman&lt;br /&gt;Kelompok : Novel&lt;br /&gt;Bahasa : Indonesia&lt;br /&gt;Cover : softcover&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-2111789897117744799?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/2111789897117744799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/resensi-novel-cinta-terlarang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/2111789897117744799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/2111789897117744799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/resensi-novel-cinta-terlarang.html' title='Resensi novel &quot;Cinta terlarang&quot;'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-7649337486760753139</id><published>2011-10-27T06:46:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T07:52:28.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen Cinta Remaja: "Seharusnya Kau Pergi"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_euLG_6ZOurQ/SxSuA-Xe7iI/AAAAAAAAArQ/D7UJLO1RMpc/s1600/love_wallpaper_red_hearts_free_desktop_wallpapers.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://4.bp.blogspot.com/_euLG_6ZOurQ/SxSuA-Xe7iI/AAAAAAAAArQ/D7UJLO1RMpc/s200/love_wallpaper_red_hearts_free_desktop_wallpapers.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Aku nggak tau, maunya kamu itu apa. Udah jelas-jelas Fery itu suka  banget sama kamu, sayang dan perhatian. Kenapa sich dia kamu putusin,”  tanya Jeni yang nggak habis pikir tentang kelakuan Ega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku nggak suka sama dia,” jawab Ega lantang&lt;br /&gt;“Kalau kamu nggak suka, kenapa kamu terima dari awal, waktu dia nembak kamu?”&lt;br /&gt;“Yach, aku kan nggak tau sikap dan sifat dia kayak itu. Ternyata udah dijalanin, aku rasa aku nggak cocok aja sama dia”.&lt;br /&gt;“Tapi kan kalian baru sebulan jalan bareng. Kamu butuh waktu  Ga, agar kamu tau banyak soal Fery”.&lt;br /&gt;“Duh..... Jen. Waktu sebulan itu cukup lama. Mau berapa lama lagi sich? Lagian aku udah bosan sama dia”&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu nggak boleh gitu Ga. Fery itu orangnya baik. Salah apa sich dia sama kamu. Pokoknya aku nggak setuju kamu putus sama dia”.&lt;br /&gt;“Lho  ... koq jadinya kamu yang sewot. Ya udah, kamu aja yang pacaran sama  dia.  Atau jangan-jangan kamu tu naksir ya sama Fery, makanya ngebelain  dia”.&lt;br /&gt;“Bukan gitu Ga!”&lt;br /&gt;“Lantas?”&lt;br /&gt;“Aku nggak mau kamu kena batunya. Aku ini sahabat kamu. Aku nggak ingin terjadi apa-apa sama kamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh......perhatiannya. Tenang aja Jen, nggak akan terjadi apa-apa sama aku”.&lt;br /&gt;“Iya,  aku percaya, Ga. Sejak Irgi pergi dari kamu, kamu tu banyak berubah.  Ega yang dulu nggak pernah nyakitin perasaan orang lain, Ega yang selalu  setia, Ega yang punta warna hidup”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ach ..... sudah Jen, semua  itu masa lalu. Lupakan aja Ega yang dulu meskipun sikap aku udah  berubah. Dan aku rasa soal Irgi nggak usah dibahas dech”.&lt;br /&gt;“Tapi Irgi kan yang buat kamu jadi seperti ini Ga. Aku kasian sama kamu”.&lt;br /&gt;“Kamu nggak perlu kasiani aku, aku nggak papa Jen”.&lt;br /&gt;“Kamu  nggak perlu bohong Ga. Kamu tu menderita karena orang yang paling kamu  sayangi ningalin kamu tanpa membuat keputusan apapun. Aku kenal baik  sama kamu Ga. Aku ingin kamu lupain Irgi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ega terdiam. Sejurus  diresapinya kata-kata Jeni barusan. Jeni memang benar, Ega harus  membuang jauh-jauh masa lalu dan membuka kehidupan untuk kebahagiaan.   Irwan, Doni, Jay, Boy, Tomi dan Fery salah apa mereka? &lt;br /&gt;Tanpa diduga oleh Jeni, Ega memeluknya dengan erat. Gadis itu menangis di pelukan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku nggak bisa Jen. Aku nggak bisa lupain Irgi. Aku cinta mati sama dia,” ujar Ega disela isaknya.&lt;br /&gt;“Ss ....sst, kamu pasti bisa. Ingat Ega, cinta sejati itu adalah cinta kepada Tuhan. Kamu coba ya .....”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ega  nuruti anjuran Jeni untuk menerima Fery kembali. Memang dia sayang  banget sama Ega. Ega berharap keputusan yang diambilnya kali ini bukan  merupakan kesalahan seperti yang dilakukannya saat dia menerima Irgi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun   Fery udah begitu baiknya, Ega tetap aja belum bisa menerima Fery  sepenuhnya menjadi bagian dari kehidupannya. Menurutnya, posisi Irgi  belum bisa digantikan oleh siapapun termasuk Fery. Fery ngajak Ega ke  sebuah cafe. Suasana cafe yang cukup romantis pas benar pilihan Fery  untuk mengungkapkan semua perasaannya ke Ega.&lt;br /&gt;“Ga, aku nggak tau dan  entah apalagi yang bisa aku lakukan untuk yakini kamu, kalau aku  benar-benar serius sama kamu. Aku ngerti kok, kalau hati kamu bukan  untuk aku. Aku nggak bisa mengantikan posisi Irgi di hati kamu”.&lt;br /&gt;“Irgi...? Kok kamu tau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jeni  udah cerita banyak tentang kamu. Maaf, mungkin aku terlalu lancang tau  soal kamu. Tapi ini aku lakukan karena aku bingung dengan sikap kamu.  Kita sudah hampir dua bulan pacaran, tapi nggak seperti orang pacaran  lazimnya. Aku sadar Ga, aku nggak akan bisa bahagiakan kamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fery  menarik napas dalam-dalam. “Aku nggak peduli perasaan kamu ke aku  seperti apa, tapi kamu harus tau aku benar-benar sayang sama kamu, aku  cinta sama kamu, Ga. &lt;br /&gt;Streett....!! tanpa diduga jus tomat Ega tumpah, sehingga membasahi jeans yang dikenakan Ega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok  bisa gini Ga? Kamu sich melamun aja,” kata Fery sembari membersihkan  celana Ega dengan tissue. Ega membiarkan Fery melakukan itu. Nggak  biasanya dia seperti itu.&lt;br /&gt;“Dah selesai,” kata Fery.&lt;br /&gt;Ega kaget. Berarti dari tadi Fery membersihkan celananya, Ega terus melamun.&lt;br /&gt;“Thanks ya Fer. Duh .. jadi nggak enak nich”.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa Ga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ke toilet sebentar ya Fer”.&lt;br /&gt;Ega ke toilet yang berada di sebelah kanan pintu keluar. &lt;br /&gt;“Oh  Tuhan...., kenapa aku selalu deg-degan terus bila dekat sama Fery,  padahal sebelaumnya nggak gitu. Dia baik banget, aku nggak tega kalau  nyakitin dia. Mungkin Jeni benar, aku harus menerima Fery jadi  soulmateku, dan aku akan berusaha belajar mencintainya,” pikir Ega dalam  hati.&lt;br /&gt;Pas mau masuk ke toilet, tiba-tiba mata Ega terbentur dengan sosok yang nggak asing lagi buatnya.&lt;br /&gt;“Irgi ....?”&lt;br /&gt;“Ega......kenapa ada di sini?”&lt;br /&gt;“Kamu sendiri? Aku lagi makan bareng sama teman”. &lt;br /&gt;“Dengan siapa kemari? Dengan pacar kamu?”&lt;br /&gt;Bussyet Irgi ngeledek atau serius.&lt;br /&gt;“Nggak, teman.”&lt;br /&gt;“Kamu masih sendiri Ga?”&lt;br /&gt;“He eh”.&lt;br /&gt;“Sama donk kalau gitu”.&lt;br /&gt;“Kenapa ya aku nggak ngerasain hal yang sama pada Irgi seperti yang aku rasakan waktu dengan Fery,” pikirku&lt;br /&gt;“Berarti aku bisa donk jalan lagi sama kamu,” tanya Irgi.&lt;br /&gt;Ega bingung dengan pertanyaan Irgi barusan.&lt;br /&gt;“Boleh”.&lt;br /&gt;“Ga, aku cabut dulu, teman-teman nunggu tuh...”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jen, gimana nich? Ntar malam Irgi ngajak aku kencan.”&lt;br /&gt;“Kencan apaan?”&lt;br /&gt;“Jen, aku bingung banget. Tau nggak, dia ngajak aku balikan”.&lt;br /&gt;“Nggak bisa Ga. Aku nggak setuju”.&lt;br /&gt;“Tapi aku masih sayang sama dia. Dia nggak berubah Jen. Lagian kami kan belum putus”.&lt;br /&gt;“Kamu tu gila ya Ga. Irgi tu udah ninggalin kamu, terus sekerang dia ngajakin kamu pacaran lagi. Kamu tu jangan bego Ga”.&lt;br /&gt;“Tapi aku senang kalau bisa jalan sama dia lagi. Masalahnya Fery, Jen. Gimana Fery?”&lt;br /&gt;“Aku nggak bisa bantu kamu soal ini. Aku nggak ikut dalam perbuatan konyol kamu”.&lt;br /&gt;“Ya udahlah, Jen”.&lt;br /&gt;Jeni ninggalin Ega. Sementara Ega masa bodoh dengan omongan Jeni.&lt;br /&gt;Malamnya Irgi menjemput Ega. Irgi membawa Ega ke tempat yang nggak kalah romantisnya dengan waktu Fery ngajak Ega.&lt;br /&gt;“Ga, aku minta maaf”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soal apa?”&lt;br /&gt;“Aku  tau, mungkin permintaan maaf aku ini nggak cukup buat nebus kesalahan  aku sama kamu. Aku ninggalin kamu gitu aja,” hati-hati Irgi melanjutkan  kata-katanya.&lt;br /&gt;“Waktu itu aku nggak tega mutusin kamu, makanya aku pergi ninggalin kamu”.&lt;br /&gt;Ega  terdiam, kegetiran menyelimuti perasaannya. Luka lamanya tertoreh  kembali oleh perkataan Irgi yang mengingatkannya pada penderitaan yang  ia rasakan sepeninggalan Irgi darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ga, maafin aku.  Sebenarnya waktu kita masih pacaran dulu, aku udah menjalin hubungan  dengan cewek lain, namanya Nela. Aku membandingkan kamu dengan Nela,  dengan tujuan ingin mencari yang terbaik diantara kalian berdua. Dengan  Nela aku mendapatkan sesuatu yang nggak aku dapat dari kamu. Makanya aku  putuskan bahwa Nela adalah pilihan hatiku”. &lt;br /&gt;Air mata yang indah ditahan Ega dari tadi nggak bisa lagi diajak kompromi, kini bergulir di kedua pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku  pergi dari kehidupan kamu dengan harapan aku bisa bahagia dengan Nela.  Tapi kenyataannya lain,  Nela nggak cuma milik aku, dia juga milik  cowok-cowok lain. Sejak aku tau Nela seperti itu, aku putus sama dia,  dan setelah itu aku kesepian. Waktu itu aku sempat berpikir untuk  kembali sama kamu, tapi aku takut kamu nggak mau menerima aku. Akhirnya  kita bertemu di cafe  itu. Waktu itu semangat dan keberanianku muncul,  karena aku yakin dari tatapan mata kamu, masih ada cinta buat aku,” kata  Irgi.&lt;br /&gt;Ega mengatur napas. Tampaknya sulit untuk bicara, karena isakan tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku nggak bisa, Ir”.&lt;br /&gt;“Kenapa?” Irgi terkejut dengan ucapan Ega yang nggak pernah dia duga.&lt;br /&gt;“Aku  ingin mencari kebahagiaan seperti halnya kamu. Dan aku rasa kebahagiaan  itu nggak aku dapatkan dari kamu, tapi dari orang lain.”&lt;br /&gt;“Siapa orang itu, Ga”.&lt;br /&gt;“Kamu nggak perlu tau siapa dia”.&lt;br /&gt;“Tapi aku yakin, Ga, kamu hanya cinta sama aku.”&lt;br /&gt;“Kamu  benar, Ir. Aku memang sangat cinta sama kamu, dan aku sulit untuk  ngelupain kamu, tetapi bukan berarti aku nggak bisa melupakan kamu.”&lt;br /&gt;“Tapi gimana dengan aku, Ga. Kamu harus mikirin aku donk!”&lt;br /&gt;“Waktu kamu ninggalin aku, kamu pernah mikir nggak dengan perasaan aku. Nggak pernah kan, Ir?”&lt;br /&gt;“Tapi ....”&lt;br /&gt;“Ir,  serbaiknya kamu lupain semua tentang kita. Itu semua masa lalu, dan aku  rasa nggak seharusnya kamu ada di sini, aku nggak mengharapkan  kehadiran kamu.  Pergilah Ir, kamu harus mencari cinta kamu, karena  cinta kamu bukan aku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Hei .....ngelamun terus.  Tuh Fery nungguin di bawah, Ga. Kayaknya dia ada sesuatu untuk kamu,”  Jeni mengejutkan Ega, sehingga lamunannya berhamburan entah kemana.&lt;br /&gt;“Apa....?”&lt;br /&gt;“Nggak tau. Lihat aja sendiri”.&lt;br /&gt;“Apaan nich Fer?”&lt;br /&gt;“Ntar aja dibuka”.&lt;br /&gt;“Makasih ya”.&lt;br /&gt;Seharian  Ega berduaan sama Fery ngerayaan ultahnya Ega yang ke 21. Ega mulai  suka sama Fery. Ega nggak sia-sia belajar mencintai dia, karena sekarang  Ega memang cinta sama dia.&lt;br /&gt;“Oh ya, Ga, handphone kamu ketinggalan. Tadi aku lihat ada satu missed call dan satu message. Coba lihat”.    &lt;br /&gt;Ega meraih handphone di tempat tidurnya. Satu nomor baru, ada satu pesan lagi.&lt;br /&gt;“Selamat Ulang Tahun Ega,” tulis Irgi di handphone itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-7649337486760753139?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/7649337486760753139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/cerpen-cinta-remaja-seharusnya-kau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/7649337486760753139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/7649337486760753139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/cerpen-cinta-remaja-seharusnya-kau.html' title='Cerpen Cinta Remaja: &quot;Seharusnya Kau Pergi&quot;'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_euLG_6ZOurQ/SxSuA-Xe7iI/AAAAAAAAArQ/D7UJLO1RMpc/s72-c/love_wallpaper_red_hearts_free_desktop_wallpapers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-3253645685182350640</id><published>2011-10-27T06:21:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T07:47:12.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Cerpen: Arti Persahabatan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AtUup7Vtr2o/Thf05-jIFCI/AAAAAAAACRk/Up6PEmv2KzM/s400/girls%252520friendship-day-orkut-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="167" src="http://2.bp.blogspot.com/-AtUup7Vtr2o/Thf05-jIFCI/AAAAAAAACRk/Up6PEmv2KzM/s200/girls%252520friendship-day-orkut-2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain  dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya,  semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal.  Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti  persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian  menjaga rumah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hahahahaha!” &lt;br /&gt;aku tertawa sambil membaca.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Beni!  Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku  menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu  kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita  kerjakan malam ini. Yuhuuuu... se&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;telah itu bebas tugas. PlayStation!”  jelas Judi dengan nada nyaring.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judi orang yang simpel, punya  banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA  sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi  kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia  sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa,  sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi,  aku jadi ikut-ikutan suka main game.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sahabatku yang kedua adalah  Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar  karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti  datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kamu gak malu  pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke  perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi  rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku  heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik  dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami  pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon  dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah  terjadi sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Aku  sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat  seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena  semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ohh iya itu!”  Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu  kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir  tentangku dan merencanakan sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Oke, Beni – kamu pergi segera  beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat  depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi  terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena  semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa  terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi  membisiku sekali lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku segera lari ke pos satpam yang ada  diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang  terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia  segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling  dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya.  Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke  rumahku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam  lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu  ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka  seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus  pencurian ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil  menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada  tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar  dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena  serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan  tenang dan pedenya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon  “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat  ambil barang rumahmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita, aku mengobati mereka  berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa  yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak  pernah terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan  bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan  Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan  kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana  caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita  pengalamannya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati  karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak  mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada  pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Arti persahabatan  bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti  ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat  terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika  bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-3253645685182350640?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/3253645685182350640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/cerpen-arti-persahabatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/3253645685182350640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/3253645685182350640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/cerpen-arti-persahabatan.html' title='Cerpen: Arti Persahabatan'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AtUup7Vtr2o/Thf05-jIFCI/AAAAAAAACRk/Up6PEmv2KzM/s72-c/girls%252520friendship-day-orkut-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-2474978340604317573</id><published>2011-10-27T05:54:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T07:46:33.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Biografi Taufiq Ismail</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Vx4VMp4W6VQ/TqlUHJZwOsI/AAAAAAAAAAo/mcHGFqzE7dA/s1600/picture1-202x300.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Vx4VMp4W6VQ/TqlUHJZwOsI/AAAAAAAAAAo/mcHGFqzE7dA/s1600/picture1-202x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Masa kanak-kanak  sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk sekolah rakyat  di Solo. Selanjutnya, ia berpindah ke Semarang, Salatiga, dan menamatkan  sekolah rakyat di Yogya. Ia masuk SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, dan  kembali ke Pekalongan. Pada tahun 1956–1957 ia memenangkan beasiswa  American Field Service Interntional School guna mengikuti Whitefish Bay  High School di Milwaukee, Wisconsin, AS, angkatan pertama dari Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ia  melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan,  Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963. Pada  tahun 1971–1972 dan 1991–1992 ia mengikuti International Writing  Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Ia juga belajar  pada Faculty of Languange and Literature, American University in Cairo,  Mesir, pada tahun 1993. Karena pecah Perang Teluk, Taufiq pulang ke  Indonesia sebelum selesai studi bahasanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semasa mahasiswa  Taufiq Ismail aktif dalam berbagai kegiatan. Tercatat, ia pernah menjadi  Ketua Senat Mahasiswa FKHP UI (1960–1961) dan Wakil Ketua Dewan  Mahasiswa (1960–1962).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA  Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di  Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen  Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB  (1961-1964). Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan  terlarang oleh Presiden Soekarno, ia batal dikirim untuk studi lanjutan  ke Universitas Kentucky dan Florida. Ia kemudian dipecat sebagai pegawai  negeri pada tahun 1964.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI pada  tahun 1966-1970. Kemudian, Taufiq bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong,  Zaini, dan Arief Budiman mendirikan Yayasan Indonesia, yang kemudian  juga melahirkan majalah sastra Horison (1966). Sampai sekarang ini ia  memimpin majalah itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/SvlRvbrlRvI/AAAAAAAAAn0/5IaanagPfHY/s1600-h/taufik_ismail-256x300.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402439103333877490" src="http://2.bp.blogspot.com/_NH-xSMedrAY/SvlRvbrlRvI/AAAAAAAAAn0/5IaanagPfHY/s320/taufik_ismail-256x300.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 256px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taufiq  merupakan salah seorang pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman  Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ)  (1968). Di ketiga lembaga itu Taufiq mendapat berbagai tugas, yaitu  Sekretaris Pelaksana DKJ, Pj. Direktur TIM, dan Rektor LPKJ (1968–1978).  Setelah berhenti dari tugas itu, Taufiq bekerja di perusahaan swasta,  sebagai Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-1990).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1993 Taufiq diundang menjadi pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai  penyair, Taufiq telah membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di  luar negeri maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang  bersejarah di Indonesia Taufiq selalu tampil dengan membacakan  puisi-puisinya, seperti jatuhnya Rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan  peristiwa Pengeboman Bali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil karya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tirani, Birpen KAMI Pusat (1966)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Benteng, Litera ( 1966)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Buku Tamu Musium Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta (buklet baca puisi) (1972)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Sajak Ladang Jagung, Pustaka Jaya (1974)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Kenalkan, Saya Hewan (sajak anak-anak), Aries Lima (1976)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Puisi-puisi Langit, Yayasan Ananda (buklet baca puisi) (1990)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Tirani dan Benteng, Yayasan Ananda (cetak ulang gabungan) (1993)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Prahara Budaya (bersama D.S. Moeljanto), Mizan (1995)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.  Ketika Kata Ketika Warna (editor bersama Sutardji Calzoum Bachri, Hamid  Jabbar, Amri Yahya, dan Agus Dermawan, antologi puisi 50 penyair dan  repoduksi lukisan 50 pelukis, dua bahasa, memperingati ulangtahun ke-50  RI), Yayasan Ananda (1995)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Seulawah Â— Antologi Sastra Aceh  (editor bersama L.K. Ara dan Hasyim K.S.), Yayasan Nusantara bekerjasama  dengan Pemerintah Daerah Khusus Istimewa Aceh (1995)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Yayasan Ananda (199 8)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12.  Dari Fansuri ke Handayani (editor bersama Hamid Jabbar, Herry Dim, Agus  R. Sarjono, Joni Ariadinata, Jamal D. Rahman, Cecep Syamsul Hari, dan  Moh. Wan Anwar, antologi sastra Indonesia dalam program SBSB 2001),  Horison-Kakilangit-Ford Foundation (2001)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Horison Sastra  Indonesia, empat jilid meliputi Kitab Puisi (1), Kitab Cerita Pendek  (2), Kitab Nukilan Novel (3), dan Kitab Drama (4) (editor bersama Hamid  Jabbar, Agus R. Sarjono, Joni Ariadinata, Herry Dim, Jamal D. Rahman,  Cecep Syamsul Hari, dan Moh. Wan Anwar, antologi sastra Indonesia dalam  program SBSB 2000-2001, Horison-Kakilangit-Ford Foundation (2002)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya terjemahan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Banjour Tristesse (terjemahan novel karya Francoise Sagan, 1960)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Cerita tentang Atom (terjemahan karya Mau Freeman, 1962)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.  Membangun Kembali Pikiran Agama dalam Islam (dari buku The  Reconstruction of Religious Thought in Islam, M. Iqbal (bersama Ali  Audah dan Goenawan Mohamad), Tintamas (1964)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas kerja sama  dengan musisi sejak 1974, terutama dengan Himpunan Musik Bimbo  (Hardjakusumah bersaudara), Chrisye, Ian Antono, dan Ucok Harahap,  Taufiq telah menghasilkan sebanyak 75 lagu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia pernah mewakili  Indonesia baca puisi dan festival sastra di 24 kota di Asia, Amerika,  Australia, Eropa, dan Afrika sejak 1970. Puisinya telah diterjemahkan ke  dalam bahasa Jawa, Sunda, Bali, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan  Cina.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan kemasyarakatan yang dilakukannnya, antara lain  menjadi pengurus perpustakaan PII, Pekalongan (1954-56), bersama S.N.  Ratmana merangkap sekretaris PII Cabang Pekalongan, Ketua Lembaga  Kesenian Alam Minangkabau (1984-86), Pendiri Badan Pembina Yayasan Bina  Antarbudaya (1985) dan kini menjadi ketuanya, serta bekerja sama dengan  badan beasiswa American Field Service, AS menyelenggarakan pertukaran  pelajar. Pada tahun 1974–1976 ia terpilih sebagai anggota Dewan  Penyantun Board of Trustees AFS International, New York.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia juga  membantu LSM Geram (Gerakan Antimadat, pimpinan Sofyan Ali). Dalam  kampanye antinarkoba ia menulis puisi dan lirik lagu Â“Genderang Perang  Melawan NarkobaÂ” dan Â“Himne Anak Muda Keluar dari NerakaÂ” dan digubah  Ian Antono). Dalam kegiatan itu, bersama empat tokoh masyarakat lain,  Taufiq mendapat penghargaan dari Presiden Megawati (2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini  Taufiq menjadi anggota Badan Pertimbangan Bahasa, Pusat Bahasa dan  konsultan Balai Pustaka, di samping aktif sebagai redaktur senior  majalah Horison.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anugerah yang diterima:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Anugerah Seni dari Pemerintah RI (1970)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.South East Asia (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand (1994)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Sastrawan Nusantara dari Negeri Johor,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malaysia (1999)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Doctor honoris causa dari Universitas Negeri Yogyakarta (2003)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taufiq  Ismail menikah dengan Esiyati Yatim pada tahun 1971 dan dikaruniai  seorang anak laki-laki, Bram Ismail. Bersama keluarga ia tinggal di  Jalan Utan Kayu Raya 66-E, Jakarta 13120.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-2474978340604317573?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/2474978340604317573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/biografi-taufiq-ismail.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/2474978340604317573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/2474978340604317573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/biografi-taufiq-ismail.html' title='Biografi Taufiq Ismail'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Vx4VMp4W6VQ/TqlUHJZwOsI/AAAAAAAAAAo/mcHGFqzE7dA/s72-c/picture1-202x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-8688991325037846427</id><published>2011-10-27T05:42:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T07:46:13.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Biografi W.S Rendra</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--eluBZQH000/TqlRQMTS8iI/AAAAAAAAAAg/P8PDVSXjH3k/s1600/ws_rendra-002.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/--eluBZQH000/TqlRQMTS8iI/AAAAAAAAAAg/P8PDVSXjH3k/s1600/ws_rendra-002.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Willibrordus Surendra Broto Rendra (lahir Solo, 7 November 1935)  adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia  mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel  Teater Rendra di Depok. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis  cerpen dan esai di berbagai majalah. Rendra adalah anak dari pasangan  R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; yahnya  adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah  Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya  adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Masa kecil hingga remaja  Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu. Ia memulai pendidikannya  dari TK (1942) hingga menyelesaikan sekolah menengah atasnya, SMA  (1952), di sekolah Katolik, St. Yosef di kota Solo. Setamat SMA Rendra  pergi ke Jakarta dengan maksud bersekolah di Akademi Luar Negeri.  Ternyata akademi tersebut telah ditutup. Lalu ia pergi ke Yogyakarta dan  masuk ke Fakultas Sastra, Universitas Gajah Mada. Walaupun tidak  menyelesaikan kuliahnya , tidak berarti ia berhenti untuk belajar. Pada  tahun 1954 ia memperdalam pengetahuannya dalam bidang drama dan tari di  Amerika, ia mendapat beasiswa dari American Academy of Dramatical Art  (AADA). Ia juga mengikuti seminar tentang kesusastraan di Universitas  Harvard atas undangan pemerintah setempat.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bakat sastra Rendra  sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah  mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerita pendek dan  drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Bukan hanya menulis, ternyata  ia juga piawai di atas panggung. Ia mementaskan beberapa dramanya, dan  terutama tampil sebagai pembaca puisi yang sangat berbakat. Ia petama  kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui  majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir  menghiasi berbagai majalah pada saat itu, seperti Kisah, Seni, Basis,  Konfrontasi, dan Siasat Baru. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat  dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun  60-an dan tahun 70-an. “Kaki Palsu” adalah drama pertamanya, dipentaskan  ketika ia di SMP, dan “Orang-Orang di Tikungan Jalan” adalah drama  pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor  Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu  ia sudah duduk di SMA. Penghargaan itu membuatnya sangat bergairah untuk  berkarya. Prof. A. Teeuw, di dalam bukunya Sastra Indonesia Modern II  (1989), berpendapat bahwa dalam sejarah kesusastraan Indonesia modern  Rendra tidak termasuk ke dalam salah satu angkatan atau kelompok seperti  Angkatan 45, Angkatan 60-an, atau Angkatan 70-an. Dari karya-karyanya  terlihat bahwa ia mempunyai kepribadian dan kebebasan sendiri.&lt;br /&gt;Karya-karya  Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar  negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing,  di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India. Ia juga  aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The  Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki  International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte  Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988),  Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal  (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival  (1995). Untuk kegiatan seninya Rendra telah menerima banyak penghargaan,  antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian  Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954) Hadiah  Sastra Nasional BMKN (1956); Anugerah Seni dari Pemerintah Republik  Indonesia (1970); Hadiah Akademi Jakarta (1975); Hadiah Yayasan Buku  Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) ; Penghargaan Adam  Malik (1989); The S.E.A. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri  (2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertama pada  diri Sunarti Suwandi. Dari wanita yang dinikahinya pada 31 Maret 1959  itu, Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu  Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta. Satu di antara  muridnya adalah Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat, putri darah  biru Keraton Yogyakarta, yang bersedia lebur dalam kehidupan spontan dan  urakan di Bengkel Teater. Tugas Jeng Sito, begitu panggilan Rendra  kepadanya, antara lain menyuapi dan memandikan keempat anak  Rendra-Sunarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya, ditemani Sunarti, Rendra melamar  Sito untuk menjadi istri kedua, dan Sito menerimanya. Dia dinamis,  aktif, dan punya kesehatan yang terjaga, tutur Sito tentang Rendra,  kepada Kastoyo Ramelan dari Gatra. Satu-satunya kendala datang dari ayah  Sito yang tidak mengizinkan putrinya, yang beragama Islam, dinikahi  seorang pemuda Katolik. Tapi hal itu bukan halangan besar bagi Rendra.  Ia yang pernah menulis litani dan mazmur, serta memerankan Yesus Kristus  dalam lakon drama penyaliban Cinta dalam Luka, memilih untuk  mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari perkawinannya dengan Sito, 12  Agustus 1970, dengan saksi Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa  itu, tak pelak lagi, mengundang berbagai komentar sinis seperti Rendra  masuk Islam hanya untuk poligami. Terhadap tudingan tersebut, Rendra  memberi alasan bahwa ketertarikannya pada Islam sesungguhnya sudah  berlangsung lama. Terutama sejak persiapan pementasan Kasidah Barzanji,  beberapa bulan sebelum pernikahannya dengan Sito. Tapi alasan yang lebih  prinsipil bagi Rendra, karena Islam bisa menjawab persoalan pokok yang  terus menghantuinya selama ini: kemerdekaan individual sepenuhnya. Saya  bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang  lain. Sehingga saya merasa hak individu saya dihargai, katanya sambil  mengutip ayat Quran, yang menyatakan bahwa Allah lebih dekat dari urat  leher seseorang. Toh kehidupannya dalam satu atap dengan dua istri  menyebabkan Rendra dituding sebagai haus publisitas dan gemar  popularitas. Tapi ia menanggapinya dengan ringan saja. Seperti saat ia  menjamu seorang rekannya dari Australia di Kebun Binatang Gembira Loka,  Yogyakarta. Ketika melihat seekor burung merak berjalan bersama dua  betinanya, Rendra berseru sambil tertawa terbahak-bahak, Itu Rendra! Itu  Rendra!. Sejak itu, julukan Burung Merak melekat padanya hingga kini.  Dari Sitoresmi, ia mendapatkan empat anak: Yonas Salya, Sarah Drupadi,  Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati. Sang Burung Merak kembali  mengibaskan keindahan sayapnya dengan mempersunting Ken Zuraida, istri  ketiga yang memberinya dua anak: Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Tapi  pernikahan itu harus dibayar mahal karena tak lama sesudah kelahiran  Maryam, Rendra menceraikan Sitoresmi pada 1979, dan Sunarti tak lama  kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Sajak/Puisi W.S. Rendra&lt;br /&gt;Jangan Takut Ibu&lt;br /&gt;Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)&lt;br /&gt;Empat Kumpulan Sajak&lt;br /&gt;Rick dari Corona&lt;br /&gt;Potret Pembangunan Dalam Puisi&lt;br /&gt;Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta!&lt;br /&gt;Nyanyian Angsa&lt;br /&gt;Pesan Pencopet kepada Pacarnya&lt;br /&gt;Rendra: Ballads and Blues Poem (terjemahan)&lt;br /&gt;Perjuangan Suku Naga&lt;br /&gt;Blues untuk Bonnie&lt;br /&gt;Pamphleten van een Dichter&lt;br /&gt;State of Emergency&lt;br /&gt;Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api&lt;br /&gt;Mencari Bapak&lt;br /&gt;Rumpun Alang-alang&lt;br /&gt;Surat Cinta&lt;br /&gt;Sajak Rajawali&lt;br /&gt;Sajak Seonggok Jagung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-8688991325037846427?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/8688991325037846427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/biografi-ws-rendra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/8688991325037846427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/8688991325037846427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/biografi-ws-rendra.html' title='Biografi W.S Rendra'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--eluBZQH000/TqlRQMTS8iI/AAAAAAAAAAg/P8PDVSXjH3k/s72-c/ws_rendra-002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-7439295056948806417</id><published>2011-10-27T05:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T07:45:57.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Biografi Chairil Anwar</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mKZp-T4XDhQ/TqlLe-mtkkI/AAAAAAAAAAY/NdGeTZsuN6w/s1600/biografi+chairil+anwar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-mKZp-T4XDhQ/TqlLe-mtkkI/AAAAAAAAAAY/NdGeTZsuN6w/s200/biografi+chairil+anwar.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya berkahwin lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Chairil mengikut ibunya ke Jakarta. Semasa kecil di Medan, Chairil sangat rapat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih: Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta. Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan gaya hidup Chairil yang tak berubah, Hapsah meminta cerai. Saat anaknya berumur 7 bulan, Chairil pun menjadi duda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik, untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh di dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf, saat mengenang kematian ayahnya, di tahun 1999, “Saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah salah satu puisi karya chairil anwar yang terkenal berjudul "AKU"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #000099; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 18pt;"&gt;&lt;a href="http://galigongli.wordpress.com/2008/04/30/aku/" title="Baca AKU"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;AKU&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Chairil Anwar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalau sampai waktuku&lt;br /&gt;‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu&lt;br /&gt;Tidak juga kau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Tak perlu sedu-sedan itu&lt;br /&gt;Aku ini binatang jalan&lt;br /&gt;Dari kumpulannya terbuang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Biar peluru menembus kulitku&lt;br /&gt;Aku tetap meradang menerjang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Luka dan bisa kubawa berlari&lt;br /&gt;Berlari&lt;br /&gt;Hingga hilang pedih peri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Dan aku akan lebih tidak perduli&lt;br /&gt;Aku mau hidup seribu tahun lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Pembangoenan,&lt;br /&gt;No. 1, Th. I&lt;br /&gt;10 Desember 1945&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-7439295056948806417?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/7439295056948806417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/chairil-anwar-dilahirkan-di-medan-26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/7439295056948806417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/7439295056948806417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/chairil-anwar-dilahirkan-di-medan-26.html' title='Biografi Chairil Anwar'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mKZp-T4XDhQ/TqlLe-mtkkI/AAAAAAAAAAY/NdGeTZsuN6w/s72-c/biografi+chairil+anwar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2864792604469711193.post-8564390820020496799</id><published>2011-10-26T20:45:00.002-07:00</published><updated>2011-10-27T07:45:37.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Puisi karya anak XG dengan nama awalan nama panggilan.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2g3_IF3BfZA/TkUb7zESgJI/AAAAAAAAAaM/XjjBlegGH8k/s400/Puisi+Menanti+Sebuah+Jawaban.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/-2g3_IF3BfZA/TkUb7zESgJI/AAAAAAAAAaM/XjjBlegGH8k/s200/Puisi+Menanti+Sebuah+Jawaban.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;karya: kiky &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ku ingin bersamamu&lt;br /&gt;Indahnya hidup bersamamu&lt;br /&gt;Kuhabiskan sisa hidupku&lt;br /&gt;Yang hanya dipisahkan oleh ajal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: Lufi&lt;br /&gt;Lantuan musik yang indah&lt;br /&gt;Untukmu kasih&lt;br /&gt;Fikirku melayang saat&lt;br /&gt;Ingatkan ku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: cika&lt;br /&gt;Cerita hidup&lt;br /&gt;Inginku dengan dirimu&lt;br /&gt;Karena hanya bersamamu&lt;br /&gt;Aku bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: ulva&lt;br /&gt;Untuk cinta&lt;br /&gt;Lantunanmu mengalun indah dihati para penikmat&lt;br /&gt;Vibrasi yang kau hasilkan diantara dua hati&lt;br /&gt;Anugrah indah tuk mereka yang merasakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: disella&lt;br /&gt;Setiap senyumnya&lt;br /&gt;Entah dia tau atau tidak&lt;br /&gt;Lurus tajam kutatap bola matannya&lt;br /&gt;Lihat semua tentangnya&lt;br /&gt;Adalah hal terindah untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: valent&lt;br /&gt;Valentineku penuh harapan&lt;br /&gt;Andaikan kudapat bersamamu&lt;br /&gt;Lewati hari demi hari&lt;br /&gt;Entah kapan kan terwujud&lt;br /&gt;Naluri berkataa akan terjadi&lt;br /&gt;Tanpa harus menunggu lama&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: yelza&lt;br /&gt;Ya, kamu!&lt;br /&gt;Enyah dari hidupku&lt;br /&gt;Lelah kumenunggu&lt;br /&gt;Zaman itu telah berlalu&lt;br /&gt;Andai kau dulu membalas perasaan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: julian&lt;br /&gt;Jalanku terjal nan panjang&lt;br /&gt;Untukmu, tetapku lalui&lt;br /&gt;Lesu, lelah, telah menghampiriku&lt;br /&gt;Ingin rasanya ku hentikan s'mua ini...&lt;br /&gt;Adalah kelembutan dankalikayanmu yang membelaiku&lt;br /&gt;Namun ku sadari jika, bahwa engkau telah pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: sri&lt;br /&gt;Senyum s'lalu menghiasi wajah cantikmu&lt;br /&gt;Raut bahagia menutupi keriput wajahmu&lt;br /&gt;Indah tawamu menghangatkan hari-harimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: christy&lt;br /&gt;Iba menusuk selung hatiku saat melihat mereka&lt;br /&gt;Gerimis yang turun tidak mereka hiraukan&lt;br /&gt;Ingin aku membantu mereka melalui ini&lt;br /&gt;Namun bagaimana aku dapat melakukan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: silvia&lt;br /&gt;Senantiasa ku ingat pengorbananmu&lt;br /&gt;Indahnya cinta tulus kau berikan&lt;br /&gt;Lelah letih tak kau hiraukan&lt;br /&gt;Valentine tak cukup mengungkapkan besarnya cintamu&lt;br /&gt;Ibuku tersayang&lt;br /&gt;Aku sangat menyayangimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: lusiana&lt;br /&gt;Lihat kebangaanku&lt;br /&gt;Untuk semua orang&lt;br /&gt;S'lalu ada cahaya&lt;br /&gt;Indah gemilang&lt;br /&gt;Aku anak bangsa menghargai&lt;br /&gt;Negaraku&lt;br /&gt;Andai tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirakus pencuri hak rakyat&lt;br /&gt;Indahlah negriku&lt;br /&gt;Memancarkan cahaya&lt;br /&gt;Oleh sang merah putih&lt;br /&gt;NKRI, maju pantang mundur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: ayu&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi sesuatu&lt;br /&gt;Yang berarti dan berharga untukmu&lt;br /&gt;Untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin seorang pun&lt;br /&gt;Yang ada disekelilingku&lt;br /&gt;Untuk merasakan kesedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi&lt;br /&gt;Yang terbaiklah kan kulakukan&lt;br /&gt;Untuk kalian, ayah dan ibuku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: mifta&lt;br /&gt;Matamu pancarkan cahaya cinta&lt;br /&gt;Inginku tuk selalu menatapnya&lt;br /&gt;Fana dunia membawaku dalam indahnya cinta&lt;br /&gt;Telahku beri kasih dan sayang&lt;br /&gt;Akankah kau membalasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: ferry&lt;br /&gt;Fantasi kan terasa jika ku bisa menjadi bintang&lt;br /&gt;Entah apa yang ada didunia ini, kuingin menyinarinya&lt;br /&gt;Resah memikirkan masa depan&lt;br /&gt;Rasa yang kuinginkan hanyalah manisnya hidup&lt;br /&gt;Yang kulakukan hanya berharap dan melakukan yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: septiya&lt;br /&gt;Naluriku tak percaya&lt;br /&gt;Indahnya dunia kurasa&lt;br /&gt;Akan tetapi hanya sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: gisella&lt;br /&gt;Gambar wajahmu s'lalu kungat&lt;br /&gt;Indah senyum manismu&lt;br /&gt;Seperti matahari terbit diwaktu pagi &lt;br /&gt;Engkau selalu ada di hatiku&lt;br /&gt;Lama aku menaruh hati padamu&lt;br /&gt;Andai aku bisa mengutarakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: novi&lt;br /&gt;Nama-Mu selalu diingatanku&lt;br /&gt;Oleh karena Engkau aku dikuatkan&lt;br /&gt;Vektor mengingatkanku akan rumitnya diri-Mu &lt;br /&gt;Inilah Tuhan yang menyelamatkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: lasma&lt;br /&gt;Lantunan suara bayi &lt;br /&gt;Ada ketika menjadi penghuni baru dunia&lt;br /&gt;Sinar cahaya masih gelap&lt;br /&gt;Menanti hari esok&lt;br /&gt;akan bahagia seperti arti namaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: prabowo&lt;br /&gt;Belajar selalu&lt;br /&gt;Otakku selalu bekerja&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu&lt;br /&gt;Otakku masih berpikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: jurmin&lt;br /&gt;Jujur kuinginkan&lt;br /&gt;Untuk menjadi orang sukses&lt;br /&gt;Lalui kehidupan sulit&lt;br /&gt;Membuat semakin terbaik&lt;br /&gt;Inginkan hidup terbaik&lt;br /&gt;Namun mampukah ku menjalaninnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: Rinaldy&lt;br /&gt;Aku selalu disini untukmu&lt;br /&gt;Di malam saat kau terlelap&lt;br /&gt;Inginku menemanimu hingga fajar menggantikanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: nurdiansyah&lt;br /&gt;Naluriku berkata&lt;br /&gt;Untuk memilikimu&lt;br /&gt;Rasa sayang padamu&lt;br /&gt;Dan tak ada bandingannya&lt;br /&gt;Ingin ku memilikimu&lt;br /&gt;Namun andai ku bisa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: dinda&lt;br /&gt;Dimanakah berada &lt;br /&gt;Ia yang dulu kucinta&lt;br /&gt;Nafas ini tak ingin berhenti menghirup udara segar&lt;br /&gt;Detak jantung berdenyut kencang &lt;br /&gt;Akan tetapi semua sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: donita&lt;br /&gt;Dimana kan ku temukan? &lt;br /&gt;Orang yang kuimpikan&lt;br /&gt;Nama pun tak ku tahu&lt;br /&gt;Dimana kan kucari?&lt;br /&gt;Indahnya wajah itu&lt;br /&gt;Tuhan, hanya Engkau yang tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: diana&lt;br /&gt;Disini ku menanti&lt;br /&gt;Indahnya cinta &lt;br /&gt;Anganku s'lalu pupus&lt;br /&gt;Naluri tuk memilikimu&lt;br /&gt;Andai ku bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karya: ade&lt;br /&gt;Aku ingin selalu menanti&lt;br /&gt;Di setiap hidup ku&lt;br /&gt;Entah sampai kapan ku harus menunggu dirimu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2864792604469711193-8564390820020496799?l=bahasastra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahasastra.blogspot.com/feeds/8564390820020496799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/puisi-karya-anak-xg_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/8564390820020496799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2864792604469711193/posts/default/8564390820020496799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahasastra.blogspot.com/2011/10/puisi-karya-anak-xg_26.html' title='Puisi karya anak XG dengan nama awalan nama panggilan.'/><author><name>D-ReZ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01489324085721976864</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2g3_IF3BfZA/TkUb7zESgJI/AAAAAAAAAaM/XjjBlegGH8k/s72-c/Puisi+Menanti+Sebuah+Jawaban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
